Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan

Sekilas Tentang Temu Wali Santri TPA ISAM 3



Kali ini saya mau nyeritain tentang temu wali santri TPA ISAM 3 yang diadakan pada tanggal 4 April 2015. Mungkin buat alumni-alumni yang belum tahu dapat melihat catatan kami ini.
Kami menggunakan sistem setiap undangan yang datang kami absen satu persatu,  kami beri form kritik dan saran, lalu kami berikan rapor anaknya dan sekalian kami berikan snack agar menghemat kesempatan.
Temu wali santri kali ini kami mengambil tema “Bagaimana Cara mensejahterakan ustad”, dengan pembicara Bapak Azis Cahyo Nugroho dari Krakitan. Beliau adalah pengasuh yayasan Hamas Krakitan.
Dengan susunan acara sebagai berikut :
-          Demonstrasi santri :
Demonstrasi Bacaan Iftitah, I’tidal, Attahiyat Akhir yang di demonstrasikan oleh Apriana Nur Azizah, Viona Eka Bunga, dan Ajeng Permata Dani.
Do’a Kebaikan Dunia Akhirat dan Do’a Untuk Orang Tua oleh Syahwal Pamungkas, Raihan Atha Nur Hafizh, Warama Firliano, dan Hanif Fauzi Zaky
Surah An-Nas dan Al-Ma’un oleh Puji Rahayu dan Dinda Setyaningrum
Ayat-ayat pilihan : Surat Al Jumu’ah dan Al- Mu’minun oleh Erlita Saputri dan Petra Hastuti
-          Pembukaan
-          Tilawatil Qur’an oleh Arum, Cholis, Ervina Eli Pujiastuti, Febriyanti Dwi Maharani
-          Sambutan-sambutan ( M.N.H, Takmir Masjid dan perwakilan PMJ)
-          Laporan-laporan. Berupa laporan-laporan, mulai dari perkembangan santri, dana, dan tabungan santri,.
-          Pengajian/inti yang disampaikan oleh Bapak Azis
-          Sesi sharing dan Tanya jawab
-          Lain-lain
-          Penutup
Memang dalam acara tersebut berhasil tapi dikit, belum sesuai dengan apa yang kami para pengurus harapkan. Namun, antusias para wali santri yang menginginkan kami meningkatkan kualitas mulai dari bacaan, hafalan-hafalan dan lain sebagainya patut kita beri reward.
Untuk gambaran  tempatnya, kami menggunakan seluruh aula untuk tempat duduk para tamu undangan dan wali santri. Dengan menyediakan panggung di serambi depan menghadap ke utara.
Acara seperti ini sangat wajib diadakan untuk mempertemukan antara wali santri dengan pengurus TPA. Agar dapat saling berbagi gitu… (kayaknya) J .
Memang untuk persiapannya seperti tahun-tahun kemarin, sama-sama agak ribet. Kurang ini lah, itu lah, padahal setahu kami, kami sudah mempersiapkannya, membahasnya dengan matang. Namun, yah,, namanya manusia  banyak lupa dan kesalahan jadinya agak ke teteran. Tapi masih mending lah… dan Alhamdulillah acara pada malam tersebut berjalan dengan lancar.
Ucapan terimakasih kami tunjukkan untuk semuanya. Untuk Allah yang telah meridhoi jalannya temu wali santri kali ini, untuk teman-teman yang sudah mempersiapkan semuanya sampai-sampai kajian waktu membahas acara ini sandal mb.Ariska diah hilang sebelah (hehehe,, tapi udah ketemu kok), untuk partisipasi dari wali santri, masyarakat, dan tamu undangan. Pokoknya semuanya deh, yang senantiasa selalu mendukung kegiatan TPA.
Nah, di temu wali santri kali ini Sdr. Triyanto mempersembahkan video  visualisasi TPA. Lumayan baguslah videonya. Yang mau minta boleh langsung menghubungi Sdr. Triyanto.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LOMBA 2014 Hari Kedua

Hari kedua lomba, wah lombanya udah satu tahun. Yang hari pertama tanggal 31 Januari 2014, yang hari kedua tanggal 1 Januari 2015. Lama kan lombanya :-D
Dilomba hari kedua ini cukup seru dan hampir kebanyakan lombanya menunjukan keratifitasnya. yaps, lomba yang menurut saya setiap tahun pasti ada lomba satu ini yaitu lomba MADING. Tapi sebelum kita lomba mading, kita mempersiapkan alat-alat dulu. Seperti, Kompor, dandang, sabruk, pisau, piring, ember,,,
Lho, apa hubungannya lomba hari kedua ini dengan alat-alat itu? Katanya lomba mading. :-)

Nih aku kasih tahu ya, sebelum lomba mading dimulai kita lomba masak dulu. Setiap kelompok memasak makanan apa saja dengan bahan baku KETELA. entah mau dibikin gethuk, sawut, puding, tela-tela, atau jus tela, permen tela, terserah yang penting bahan baku dari ketela.
Acara dimulai sesuai jadwal, pukul 08.00 Waktu Indonesia Bagian Mbulu.
Tak lengkap rasanya kalau cuma masak aja, so, kita puterin musik untuk adek-adeknya. boleh juga kirim salam, soalnya kita udah ngundang mc terkenal. Ini dia MCnya :-D



Satu jam kemudian hampir pada mau selesai, nah sekarang saatnya lomba mading. sebagian dari kelompok yang tidak membantu memasak kami angkut ke serambi masjid untuk lomba mading. Yang masih masak dan pingin bantuin buat bikin mading juga boleh bolak-balik kaya setrikaan kesana kemari.
Yang kecil-kecil yang gag bisa masak, dan yang gag bantuin mading kami suguhkan gambar tanpa warna yang harus mereka berikan warna agar indah.
mading :-D

Hasil dari lomba masak bukan ustad-ustadzahnya yang menilai, melainkan para warga sekitar masjid. Tapi kami kesulitan mencari juri untuk masakan adik-adik ini, ntah kenapa hanya ada beberapa warga saja yang berada diluar rumah. Yang lain mungkin masih ngantuk dan tidur siang karena tadi malam begadang :D heheee,,
Ini dia hasil masakan para koki cilik ISAM3, kelihatan lezatkan
yang suka pedes?? Mau

bola bola

sawut hmmm lezat

warnanya indah kan ?

bolu gulung versi tela

puding tela


























Yang mau tahu resepnya request ke kita dengan cara komen pada artikel ini atau kunjungi fb kami . Insya Allah kita tanyakan pada koki cilik kita dan akan kita postingkan pada artikel-artikel berikutnya.

Itu tadi sedikit dokumentasi dari kita. untuk foto-foto lombanya yang lain ada di fb.
Terimakasih,, :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LOMBA 2014 Hari Pertama

Hari itu hari Rabu, tanggal 31 Desember 2014
TPA mengadakan lomba, ntah lomba akhir tahun atau lomba liburan semester. Yang jelas acara ini sepecial untuk santriwan santriwati dan ustadz ustadzah TPA ISAM3.  
Rencana awal acara dimulai pukul 08.00 pagi tepat waktu Indonesia bagian Mbulu. Tapi sayang, kemarin hujan …, akhirnya dimulai pukul  09.00. dan para ustad ustadzah melakukan sholat Dhuha. Hasilnya Hujan berhenti horeeeee,,
Untuk kejadian lengkapnya saya kurang tau, tapi lomba hari pertama yaitu mencari jejak. Bukan lomba juga sih sebenarnya, Cuma permainan agar para santriwan santriwati senang aja. Tak lupa kami menunjukkan petunjuk-petunjuk yang harus mereka cari agar dapat sampai pada pos-pos yang telah menunggu kedatangan mereka.
Mereka diberangkatkan dari masjid oleh mb Cindy dan mb Veka satu kelompok satu kelompok.
MNH mengatakan bahwa sebelum berangkat para santriwan santriwatinya diberi hiasan di muka, hiasannya berupa coretan seperti tentara. setelah itu diberikan sebuah tongkat berisi tulisan demo.
Baru diberangkatkan dari masjid, salah satu kelompok udah sampai ke pos 4. Sontak saja penunggu pos 4 bingung, Lha? Kok bisa?
Iya ternyata mereka kesasar. hehee,, pada nggak merhatiin nih sampai bisa kesasar.
Nah sebenarnya urutan posnya sebagai berikut :
POS 1 tempatnya di daerah sawo. Disana permainannya menyusun ayat. Dengan penunggu pos mb Iffah dan mb Oki. Nah, di pos ini banyak kelompok yang ngeluh, (Lho,lho,lho... kenapa dhek?). Kata salah satu narasumber saya, dia berkata "Acara kemarin itu seru semua tapi di pos 1 kurang seru. Soalnya kebanyakan anggota kami masih kecil. sedangkan kami harus menyusun ayat yang adik-adik dianggota kami belum hafal".
Ya udah dek, sabar ya. Berarti harus lebih semangat lagi hafalannya.
Selain itu ada lagi nih kelompok yang nyasar udah sampai ke pasar sawo. hehehee,, gimana nih kok adik-adiknya bisa nyasar terus?
"Waktu itu kan ujan mb, terus kita lanjutin perjalanan nah kita bingung mb ada rafia yang menuju ke arah pasar sawo deket banjardowo. ya udah kita ambil yang arah sana. Nah untung ada mas Wisnu yang bilang bahwa POS 2 ada di SD JIMBUNG 4. Ya udah, tanpa kita lihat petunjuk kita langsung ke SD." kata narasumber saya sebut saja inisial dek Vio.
Usut punya usut nih, ternyata rafia yang dilihat itu bukan petunjuk. Melainkan rafia yang emang udah ada disana untuk mengikat tumbuhan. Hehehe,,

hasil coretan muka p. No
Nah, POS 2 tempatnya di SD N 4 JIMBUNG, penunggunya mb Wahyu dan mb Esa. Permainannya  memindahkan air dari tempat yang satu ketempat yang satunya dengan menggunakan raffia tanpa memegang  gelasnya.

coba tebak 
POS 3 tempatnya di Rumahnya mb Ajeng. Disini permainannya menebak gaya, dengan penunggu mb Nia dan mb Iga. Hmm, kalo kita ikut pasti ketawa deh. Soalnya gerakannya lucu-lucu. Waktu bikin soal malam hari sebelumnya, mereka udah praktekin dan semua tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi lucu mb Iga dan mb Nia.

POS 4 bertempat di SD N 2 JIMBUNG, penunggunya mb Ariska dan mb Nisa. Judul permainannya “Si Buta Mencari Mata”. Rintangannya, salah satu mata anggota kelompok ditutup. Terus, yang lain mengarahkan. Eits, tapi jangan salah. Jalan yang harus dilalui sudah disusun sedemikian rupa, berkelok-kelok. Jadi disini kita harus percaya teman kita sendiri.



demo kita nih
Hujan sepertinya tidak jadi masalah untuk mereka. Buktinya, disepanjang perjalanaan mereka mendemokan tulisan yang mereka bawa. Selain itu mereka juga meminta tanda tangan,kritikan, dan masukan agar dapat membuat TPA semakin baik lagi dari masyarakat sekitar.


 POS terakhir, posnya PAK KET, di pos ini kekompakan semua santriwan santriwati yang diperlukan, dengan rintangan dari para ustad-ustadzah yang harus mereka lewati,. ini dia dokumentasi sebagiannya

pada capek ya









kru putri kita
Walaupun saya nggak ikut nih, tapi mendengar cerita dari temen-temen yang awalnya pada bilang “ah, mb capek habis piknik”, “masa yang besar juga ikut mb?” tapi ternyata setelah selesai lomba hari pertama  mereka saya Tanya, gimana nich lombanya? Mereka menjawab Seru mb, walaupun basah-basahan. Terus saya Tanya lagi, yang hari kedua ikut kan dek? Pada jawab “Ikutlah mb,,” Seru bangeet. Sayang saya nggak bisa menemani mereka. Untuk ustad-ustad yang nggak kesebut namanya juga ada disana dan ikut membantu jalannya lomba. Seperti mb Febri,ms eko y,dan kawan-kawan yang membantu kelancaran jalannya lomba. MNH yang membantu persiapan alat, ms Angga yang bantu sholat Dhuha, katanya hujan reda gara-gara dia(Pawang hujan berarti?). Mb Mei yang selalu mendoakan agar hujan terus (hahahaaaa…efek nggak diajak itu)
ucapkan lakukan
kru putra

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Subhanallah,,, yang laki-laki pun ikut nangis


20 Desember 2014.
Hari itu M.N.H membuat acara untuk ustad ustadzah TPA Isam3.
Ba’da Maghrib ustad ustadzah telah berkumpul di halaman Langgar Al-Ikhlas untuk menghadiri acara tersebut. Tapi nggak tahu nih M.N.H nya kemana??
Setelah sholat Isya’ berjamaa’ah dan menyiapkan peralatan akhirnya acara pun dimulai. Uh… udah nggak sabar nunggu Ustad yang mengisi acara.
Setelah ustad Dhohir (Bener nggak ya namanya hehe) datang, beliau memperkenalkan diri terlebih dahulu. Beliau memberikan kami permainan dan menyuruh kami menggambar pemandangan. Kebanyakan kami semua menggambar gunung dengan matahari, dan awan (kayak anak Tk aja hehe tapi kayaknya  yang nulis juga gambar itu dech hehe). Tapi ada juga yang gambar pantai dan rumah. Ustad Dhohir bilang kalau kita sebagai calon orang SUKSES (amin), kita harus merubah cara pandang kita. SIAP! “siiiiaaaaaaap”
Kami diberi secarik kertas dan dipinjemin bolpoint, wahh kami belum belajar . . . . Selanjutnya kami disuruh untuk menulis, yang Pertama, kami disuruh menulis nama kami. Selanjutnya nama-nama orang yang kami sayangi boleh lebih dari dua. Ketiga alasan kenapa kami sayang sama mereka. Yang terakhir Dosa apa yang pernah kami lakukan pada orang-orang yang kami sayangi tersebut.
Ternyata  kebanyakan dari kami menulis nama orang tua kami masing-masing untuk orang yang kami  sayangi  di number pertama (saluuut).  Setelah itu kami melihat video  bagaimana proses terjadinya dedek bayi (buku mana buku,, pelajaran biologi nih heheheee,,)
Setelah selesai Ustad Dhohir menceritakan sebuah cerita di dalam renugan kali ini. Mari kita renungan sejenak,

“Aku adalah seorang anak laki-laki yang mempunyai wajah cukup tampan. Aku juga pintar. Tapi, ada yang membuatku tak seseempurna itu. Iya, Ibuku. Aku memiliki ibu yang cacat. Ibu bermata satu. Aku sangat malu mempunyai ibu seperti itu. Ayahku telah meninggal, dan ibuku bekerja untuk membiayaiku . Meskipun sebenarnya aku tahu akulah yang harus menjadi tulang punggung keluargaku. Tapi, masa bodoh, toh aku malu punya ibu seperti itu
Sudah tiga hari aku tak tidur dirumah. Itu semua kulakukan agar aku tidak bertemu dengan ibuku. Aku tahu ibuku sangat khawatir kepadaku dan menyusulku kesekolah.
Kulihat seorang wanita berdiri didekat gerbang dengan pakaiannya. Ya, itu ibuku.Ibu yang cacat bermata satu. Aku berharap agar dia tidak memanggilku, karena aku pasti merasa malu saat teman-temanku tahu aku mempunyai ibu bermata satu. Tapi, ternyata dia memanggilku. Betapa malunya diriku saat itu. Sekarang teman-temanku tahu aku mempunyai ibu yang cacat. Aku berharap agar tidak pernah melihatnya lagi.
Aku belajar dengan giat agar aku dapat kuliah diluar negeri dan agar aku tidak lagi bertemu dengannya. Ya, aku berhasil mendapatkan beasiswa itu dan pergi meniggalkan ibuku tanpa berpikir untuk kembali.
Di Singapura aku menikah dengan seorang wanita cantik dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Aku sangat menyayangi keluargaku. Aku sangat menyayangi anakku. Bahkan aku rela melakukan apa saja untuk anakku.
Suatu hari saat anakku bermain di teras rumah, seorang wanita datang kerumahku. Dan membuat anakku ketakutan. Dan ternyata dia adalah ibuku.
‘Hai Gelandangan! Kau membuat anakku takut. Pergi kau dari sini.’ Ku usir wanita itu
Dengan tersenyum dia hanya berkata ’Maaf, sepertinya saya salah rumah’ lalu pergi meninggalkan rumahku.
Tanpa rasa bersalah aku mengusirnya, mengusir ibuku sendiri. Aku berpikir bagaimana dia bisa pergi ke Singapur? Bagaiman dia mendapat uang? Darimana dia tahu alamatku? Tapi itu bukan urusanku. Aku sangat marah kepadanya saat itu.
Suatu hari aku mendapat sebuah undangan reoni SMA ku. Aku berniat untuk menghadirinya dan berkata pada istriku bahwa aku ada tugas diuar negeri.
Setelah acara reoni selesai, aku berniat mengunjungi rumahku. Bukan karena aku kangen kepadanya, tapi karena aku hanya ingin melihatnya saja.
Setelah aku sampai dirumahku, ku lihat rumah sangat berantakan dan sangat sepi. Baguslah pasti dia sudah mati pikirku.
Aku bertemu dengan tetangga dekat rumahku.
‘dari mana saja kamu, ibumu sudah lama meninggal’ Akupun tak sedih mendengar kematian ibuku. Toh, itu yang aku harapkan agar tidak lagi bertemu dengannya.
‘Sebelum meninggal ibumu menitipkan ini untukmu’ Sambil memberikan sepucuk surat untukku.
Aku membuka dan membacanya

Untuk anakku tersayang
Aku sangat senang saat  tahu kamu akan datang menghadiri acara reoni itu. Aku ingin sekali bertemu denganmu. Tapi untuk mewujudkan itu aku tahu waktuku tak akan lama lagi.
Aku sangat menyayangimu. Ingatkah kamu, saat kamu dan ayahmu terjebak dalam kebakaran dan ayahmu meninggal? Saat itu kamu masih kecil, dan kamu mengalami cacat di salah satu matamu.
Sebagai seorang ibu, aku tak ingin anakku tak dapat melihat dunia luar yang sangat berwarna ini. Dan akupun tak ingin anakku mendapatkan ejekkan dari teman-temannya.
Ya benar salah satu dari mata milikmu adalah mataku. Aku merelakan dokter mengambil salah satu mataku dan mendonorkannya untukmu. Aku ingin saat kamu dewasa nanti kamu dapat mengerti alasan cacatnya mataku. Aku ingin kamu menjadi anak yang tampan dan bahagia.
Saat menyusulmu di Singapura aku berharap kamu mau bertemu denganku. Bukan maksudku untuk menakut-nakuti anakmu. Aku tahu kamu sudah bahagia dengan keluargamu tanpa bermaksud aku mengganggumu. Dan Sebelumnya aku telah memaafkan semua perlakuan mu itu.  Karena Aku ingin kamu tahu bahwa ibumu yang mempunyai mata satu ini sangat menyayangimu.
Peluk cium,

Ibumu tersayang

Saat itu, Aku jatuh seketika kaki ku lemas. Bergetar rasa hatiku. Orang yang selama ini sangat menyayangiku dan berkorban untuk diriku, tapi aku perlakukan dengan tidak pantas hanya karena dia tak sempurna.
‘Ya Allah, aku telah durhaka kepadanya. Kenapa aku baru sadar saat dia telah pulang kepada-Mu. Ibu maafkan anakmu yang telah durhaka ini’

“Mari kita tulis do’a kita untuk kedua orang tua kita. Yang akan kita ucapkan setiap kita berdo’a.”

Beberapa teman kita membacakan do’anya untuk kedua orang tuanya, Ya, sebut saja inisial Mb.Dwi dan Ms. Eko. Mereka ingin agar kedua orang tuanya dapat pergi haji. Amin. Kita do’ain bareng-bareng.
Ternyata tidak hanya mereka yang ingin menaikkan haji kedua orang tuanya, tapi semua yang ikut juga ingin orang tuanya naik haji. Amin, Amin. Smoga do’a kita semua  terkabul.
Sedih rasanya jika itu kita yang mengalami. Jika kita baru sadar betapa sayangnya seorang ibu kepada kita saat ibu telah tiada. (hmmm,, pasti sedih banget : ( ) Betapa besar pengorbanan ibu untuk kita. Tapi kita masih saja membentaknya, memarahinya, membuat dia menangis karena perlakuan kita.

Tak disangak kami semua menitikkan air mata, tanpa terkecuali. Bahkan yang laki-laki pun nangis. Subhanallah,, saat ini kami sadar bahwa kami harus merubah sikap kami terhadap kedua orang tua kita. Smoga hal ini dapat membuat kita lebih baik.

Eitss,,,, ternyata ada yang lari nih. Iya M.N.H ntah saat acara dia berada dimana? Wah MNH curang nih hehee,, tapi lain kali diadain lagi mas aku siapin tisu banyak deh :D
Setelah acara selesai Ustad Dhohir pulang. (Kapan-kapan main lagi ya Ustad hehe)
Sudah dipersiapkan makanan untuk kita. Heheheee abis nangis pada laper ya? Kami pun menikmatinya  bersama-sama. Ntah mereka semua tadi nangis terus dihapus pakai apa ya? Kok tisunya masih banyak? Hehehee jangan-jangan pada pakai jilbabnya nih yang putri? Kalau yang putra pasti pakai bajunya ya? Hayo ngaku  :D
Sambil makan sekalian diberikan stiker gratis,, asiiikkk :D

Acara ini sangat berkesan untuk kami. Dengan diadakan acara ini kami jadi menyadari bahwa perlakuan kami selama ini benar-benar tidak sepatutnya kami lakukan. Smoga dengan acara ini dapat membuat kita lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Amin.
Hidup ISAM3 ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Muqqadimah VIRUS Merah Jambu

Engkau ucap cinta padahal itu DUSTA
Lisankan sayang padahal itu BOHONG
Sebelum akad terucap, tak ada jaminan kata!
Cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti. Mari kita berbicara tentang masa depan. Agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan, ada hal yang jelas harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan.
Bila engkau lelaki, engkau harus tahu arah saat melangkah. Bila engkau perempuan, seharusnya tahu bagaimana bertingkah.
Kita bicara masa depan karena ia tidak semudah yang diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai, juga tidak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai.
Setiap Muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab, yang menghargai kelebihan-kelebihan, dan yang memaafkan kealpaan-kekurangannya.
Muslimah selalu menanti lelaki elok akhlak padan rasa, yang memiliki kelembutan dengan anaknya, dengan isterinya dia mesra.
Muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka dan membimbingnya menunju surge Allah?
Lelaki mana yang tidak suka dengan wanita cerdik cendekia lagi berparas menawan, yang lisannya seanggun geraknya?
Lelaki yang baik pasti menyukai wanita lemah lembut lagi santun, pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian, tidak tamak pada harta dan selalu menjaga kehormatan.
Lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikannya, dirindukan bila ditinggal, dan menyenangkan bila berjumpa?
Sialnya, kita hidup di zaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan isi, perhatikan badan bukan iman. Kapitalisme menjadikan kebahagiaan materrialistis sebagai tujuan tertinggi. Hingga membuat lelaki sejati dalam pandangan Islam menjadi barang yang sulit. Hedonisme, anak kandung kapitalisme, sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai pada kulit.
Wajar bila kita melihat di mana-mana lelaki jadi miskin, tanggung jawab dan fakir komitmen. Bagi lelaki yang tidak lulus ujian tanggung jawab dan komitmen, merekalah yang akhirnya masuk dalam jurusan pacaran.
Padahal, pendamping yang saleh tiada pernah didapatkan dari proses pacaran, karena kesalehan dan kebatilan jelas bertentangan. Haq dan batil tidak akan pernah bertemu, bagaikan fatamorgana yang janjikan kebahagiaan semu.
Bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang oleh Allah, memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagai dosa dengannya melawan Allah, lalu yang seperti ini bisa jadi panduan setelah menikah?
COBA PIKIRKAN BAIK-BAIK
Jika sebelum halal saja sudah berani katakan sayang kepadamu…
Jangan heran bila setelah menikah ia berani katakana itu pada wanita lain. Toh sama-sama bermaksiat pada Allah
Jika sebelum akad saja ia sudah berani labuhkan tangannya pada tubuhmu..
Jangan heran bila setelah menikah ia mampu lakukan itu pada wanita lain. Toh sama-sama dosa kepada Allah.
Yang tiada dosa saat menikah, jangan harap ia takut dosa setelah menikah

Hmmm… menarik gag nich ?? tungguin terus ya….. Atau kalau ngga' dateng aja di kajian tiap malem Sabtu. Pasti lebih seru nich
Sekian.

Dikutip dari :
Buku “Udah Putusin Aja !”  karya Felix Y. Siauw

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Peristiwa 7 Oktober 2014



Assalamu’alaikum wr.wb
Disini saya ingin berbagi sedikit cerita yang benar-benar real.
Jadi begini ceritanya
7 Oktober 2014, tepatnya hari Selasa 2 hari setelah idul Adha 2014. Hari itu TPA mendapat undangan pesta qurban dari TPA Alhamdulillah (Jimbung Lor, Campak). Para santriwan,santriwati beserta ustad-ustadzah sudah dandan cantik untuk berangkat kesana.
Pukul 15.30 kita langsung menuju ke tempat undangan. Banyak santriwan santriwati yang naik sepeda, sebagian lagi ada yang boncengan, ada juga yang diboncengin sama ustadz ustadzahnya. Ternyata disana sudah banyak yang datang. Ya,, kita langsung menyesuaikan diri dan berbaur dengan santriwan santriwati TPA yang lain.
Acara pertama udah jelas pasti pembukaan. Dibuka dengan bacaan Basmalah bersama-sama. Lanjut acara ke dua pembacaan ayat suci Al-qur’an, acara ketiga yaitu sambutan dari Direkur TPA Alhamdulillah yaitu Ibu Nurul Aini. Trus disambung dech sama dongeng dari Kak Adit(kalo gag salah namanya hehe maklum lupa). Ceritanya seru, menarik banget. Tentang Nabi Ibrahim a.s yang menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail a.s . Pasti temen-temen udah tau kan ceritanya. ? iya dech, kita yakin pasti temen-temen udah hafal dan udah tau ceritanya. Tapi buat yang belum tau besuk cari tuh ceritanya...
 Singkat cerita acara berjalan lancar tanpa hambatan.
Acarapun berakhir dengan tertib (eh kemarin tertib apa gag ya? Lupa :P). Adik-adik santriwan santriwati pulang dengan membawa makanan hmmmmm.... nyummy. Di tengah jalan salah satu ustadzah kita dapat sms dari temannya bahwa ada salah satu santriwati kita yang pulang jalan kaki. Otomatis kita langsung panik. Yang lain pada panik ada juga yang mencari makanannya. “Mbak Mei tadi aku titip makanan di tas mu mb”
“Makanan opo to, lagi panik iki ”
Mbak mei sontak langsung marah-marah dengan mereka(nggak marah sich Cuma membentak aja kok).
Mb Cindy sama Mb Mei balik lagi ke tempat acara. Mereka menyusuri sepanjang jalan. Ustadz ustadzah yang sudah sampai ke masjid juga langsung panik setelah mendapat kabar tersebut.
Direktur TPA kita (Mas Triyanto) beserta anak buahnya langsung nyusul juga nyari santriwati tersebut. Saat mereka mencari santriwati itu, ada Bapak-bapak yang nyari cucunya ke masjid. Kita langsung berpikir bahwa santri yang pulang jalan kaki itu adalah cucu dari si Bapak.
Mas Tri ngecek kerumah Bapak tersebut ternyata cucu si Bapak sudah ada di rumah. Alhamdulillah.. kita lega.
Eitss… tapi ternyata yang pulang jalan kaki adalah santriwati. Sedangkan cucu dari Bapak tersebut adalah santriwan. Kita langsung panik lagi.
Mbak Mei yang masih ditempat acara menceritakan semuanya kepada Mas Nuur,Ibu Basir,Ibu Nurul,dan ustad-ustadzah yang lain yang masih ada di tempat.
“Udah  mb, mungkin santri nya udah sampai dirumah.” Kata ustad-usatdzah lain menenangkan Mbak Mei yang panik dan Mbak Cindy yang menangis.
“Lha tadi kata ibu-ibu yang berangkat pengajian baru aja lihat anak kecil pakai seragam kuning kok mas?” kata mbak Mei.
Setelah semuanya bingung, ntah darimana mas Tri bisa tanya sama salah satu santriwati kita yaitu dek Imel kira-kira siapa yang pulan jalan kaki.
Setelah mengantongi nama si Santriwati tersebut, mas Tri langsung meluncur ke rumahnya untuk memastikan apakah benar si Santri itu yang pulang jalan kaki atau bukan.
Saat mas Tri sampai sana Si Adik sudah ganti baju(dengan muka tanpa bersalah hehe) dan  memang bener adik itu yang pulang jalan kaki.
Setelah diselidiki ternyata memang benar tadi si Adik pulang jalan kaki. Alasan si Adik jalan kaki adalah karena waktu berangkat dia bonceng temennya. Tapi saat pulang dia sudah ditinggal temennya tersebut(Mungkin temennya lupa kali kalo berangkat tadi boncengin kamu dek hehehee). Akhirnya dia jalan kaki dan diboncengin ustad ustadzah TPA lain nggak mau (mungkin karena belum kenal). Terus si Adik ketemu sama temennya yang rumahnya deket, langsung si adik bonceng temennya sampai rumah.
Dan si Adik itu kalo nggak salah namanya Eka
Kita pun lega dengan kabar itu. Dan itu juga yang menjadikan pelajaran untuk kita. Untuk lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan santriwan santriwati kita.

Sekian dulu ceritanya,,, nggak seru sih. Tapi cukup menarik buat jadi pembelajaran kita.
Wassalamu’alaikum wr.wb

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Follow Kami di Facebook


Mau nyumbang artikel atau tulisan? sampaikan aja lewat sini page isamtiga di facebook atau kirim artikelnya ke

isam.tiga@gmail.com