Kalau Sholat Lupa Raka'at? Hendaknya Melakukan Sujud Sahwi

Pernah tidak kita mengalami ketika kita sholat tiba-tiba ragu ini sudah raka'at yang keberapa ya? Atau ketika raka'at kedua kita lupa tidak duduk tasyahud tapi langsung berdiri dan tersadar ketika ditengah-tengah membaca surat Al-Fatihah? Atau ketika selesai sholat kita tiba-tiba ingat kayaknya tadi sholatnya kurang satu ra'kaat deh? Jadi, gimana nih sholat kita sah tidak ya? Kita mesti ngulang sholat atau gimana nih? Coba ya kita kasih sedikit penjelasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dan sejenisnya  yang intinya ketika sholat kita lupa ra'kaat kita.

Jika lupa raka'at ketika sholat hendaknya melakukan Sujud Sahwi

Jika kita lupa raka'at dalam sholat, baik ditengah-tengah sholat ataupun sudah selesai sholat maka kita hendaknya melakukan sujud sahwi untuk menyempurnakan sholat kita.

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan. (HR. Muslim no. 571)

Bagaimana tata cara melakukan sujud sahwi?
Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud, didahului dengan membaca takbir seperti ketika kita akan melakukan sujud pada sholat yang biasanya. Sujud sahwi dapat dilakukan sebelum atau setelah salam, jika kita ingat sebelum salam maka hendaknya kita lakukan sebelum salam (setelah membaca tasyahud akhir kemudian melakukan sujud sahwi baru kemudian salam ), jika kita ingatnya setelah salam maka lakukan sujud sahwi setelah salam.

Bacaan Sujud Sahwi
Sebagian ulama menganjurkan doa ini ketika sujud sahwi,

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw(Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa)

Namun bacaan tersebut hanya anjuran dari beberapa ulama saja tanpa di dukung dalil (karena tidak ditemukan hadist mengenai bacaan sujud sahwi), sehingga yang tepat adalah membaca bacaan sujud seperti dalam sholat biasanya.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

Subhaana robbiyal a’laa [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi], atau


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy. [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku]

Beberapa Kasus Lupa Raka'at Sholat
Nah setelah kita tahu cara melakukan sujud sahwi, sekarang implementasinya pelaksanaanya ketika kita lupa raka'at sholat bagaimana? Simak penjelasan berikut.

1. Ketika sholat lupa atau ragu-ragu dalam jumlah raka'at?
Seperti hadist yang di atas, jika kita lupa atau ragu-ragu dalam jumlah raka'at maka ambillah jumlah raka'at terkecil yang kita yakini (misal kita ragu antara raka'at kedua atau sudah ketiga, maka kita yakini itu raka'at kedua) kemudian sebelum salam kita melakukan sujud sahwi. Bagaimana jika kita tiba-tiba ingat atau menjadi jelas kalau raka'at kita yang tadi adalah raka'at ketiga bukan kedua, kan jadi lebih nanti jumlahnya? Penyelesaiannya ada di nomor 4 di bawah.

2. Ketika sholat lupa tidak melakukan salah satu rukun sholat (misal sujud atau ruku')?
Jika kita lupa tidak sujud misalkan dan ingat ketika belum memulai membaca al-fatihah di ra'kaat   berikutnya, maka hendaknya kita melakukan sujud dulu. Jika ingatnya setelah atau ditengah-tengah membaca surat al-fatihah maka raka'at yang tidak ada sujudnya tadi batal dan diganti dengan raka'at yang sekarang ini dilakukan (jadi raka'at yang tadi tidak dihitung).

3. Ketika sholat mendapat 2 raka'at lupa tidak melakukan tasyahud awal?
Tasyahud awal adalah wajib sholat, jika kita lupa tidak melakukan tasyahud awal dan ingat ketika kita akan berdiri atau pas beriri tapi belum membaca al-fatihah, maka kita kembali duduk dan melakukan tasyahud awal. Tapi jika kita ingatnya setelah kita berdiri dan sudah membaca al-fatihah maka hendaknya kita teruskan saja sholat kita dan menyempurnakannya dengan melakukan sujud sahwi sebelum salam. Raka'at yang tadi tetap dihitung dan tidak perlu diulangi.

4. Selesai sholat ingat atau diberitahu kalau jumlah raka'at kita kurang atau kelebihan?
Misalkan kita sholat Dhuhur dan kita lupa hanya melakukannya 3 raka'at saja maka jika kita ingat sebelum salam kita berdiri dan menambah satu raka'at kemudian melakukan sujud sahwi sebelum salam. Tapi jika kita ingatnya setelah salam atau diberitahu teman kita atau orang lain kalau sholat kita kurang satu raka'at maka kita lakukan sholat satu raka'at kemudian sebelum salam melakukan sujud sahwi.
Bagaimana jika kelebihan raka'at? Baik ingat ketika sebelum salam atau sesudah salam, maka kita tetap melakukan sujud sahwi dan tidak perlu mengulang sholat. Jika kita sholat dhuhur misalkan pada raka'at ke empat kita menyangka masih raka'at ketiga dan kita berdiri lagi untuk raka'at terakhir, maka jika ingat di tengah-tengah raka'at kelima kita bisa membatalkannya dan langsung duduk tasyahud akhir kemudian sebelum salam melakukan sujud sahwi.

Yup, begitulah yang harus kita lakukan ketika kita lupa raka'at sholat, untuk melihat dalil-dalil yang digunakan sebagai dasar penjelasan tersebut, dapat dilihat disini:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/sujud-sahwi-5-sujud-sahwi-dalam-shalat-berjamaah.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Malu Yes!, Memalukan No!




Siapa sih yang gak malu kalo kita pergi ke pesta dan ternyata salah kostum? Aduuh malunya... Rasanya pengen pulang aja.

Siapa sih yang gak malu kalo kita nraktir temen pas mau bayar eh, ternyata dompet kita ketinggalan? Uups, hehehe... Malu sendiri jadinya.

Gimana gak malu coba pas kita naik ke panggung eh ternyata resleting celana kita masih terbuka? Aih maluu... maluu.. maluu...banget!

Tapi coba bandingin deh sama yang dibawah ini,

Mbak, enggak malu ya pake baju minim kayak gitu? Ini kan lagi tren, gak gaul sih lu!

Mas, kok enggak ikut sholat sih, kan yang lain pada sholat? Sholat aja dulu, aku lagi M. Males.

Loh pak, kok ngobral janji banyak banget sih? Apa iya kita nanti bisa menuhin semuanya pak? Alaah..biar aja kayak kamu ga tau aja, yang penting tuh menang kampanye dulu.


Apa sih yang menghalangi kita untuk tidak bertindak atau melakukan sesuatu yang buruk? Malu. Ya, rasa malu terhadap teman, saudara, tetangga, atau orang lain jika mereka mengetahui perbuatan kita itulah yang menahan kita untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang berpotensi memalukan bagi diri kita. Kalau kita lihat kasus-kasus yang bagian atas, rasa malu itu muncul karena dilihat oleh orang lain, mungkin karena ditertawakan ataupun menjadi perbincangan. Hal yang lumrah, penulis sendiri pasti juga merasa malu kalau mengalami kejadian itu. Namun yang memprihatinkan adalah contoh kasus yang di bagian bawah. Siapa yang yang engga pernah nemuin yang seperti itu? Sangat familiar tentunya di kehidupan kita sekarang, dan anehnya mereka tidak merasa malu ketika melakukan hal itu. Aneh atau lumrah? Yang bilang lumrah dengan alasan jaman gini masi punya pikiran konvensional? Waduh...perlu dirukyah dulu ya saudara. Hehe..
Tapi bener loh, kalau rasa malu ente terhadap Allah sudah berkurang bahkan hampir tidak ada lagi, ente perlu segera beristighfar. Mengapa? Nih coba simak hadist yang satu ini, insyaAllah shahih.

"Sesungguhnya Allah jika ingin menghancurkan seorang hamba-Nya pasti Ia akan mencabut rasa malunya, dan jika telah dicabut rasa malunya maka engkau tidak akan menjumpainya lagi kecuali ia membenci dan dibenci. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali ia membenci dan dibenci, dicabutlah rasa amanah darinya. Jika dicabut rasa amanah darinya, engkau tidak akan menjumpainya kecuali ia khianat dan mengkhianati, jika engkau sudah tidak menjumpainya kecuali ia khianat dan mengkhianati, maka dicabutlah rasa kasih sayang darinya. Jika kasih sayang dicabut darinya, engkau tidak akan menjumpainya kecuali dikutuk dan dilaknat. Jika engkau sudah tidak menjumpainya kecuali dikutuk dan dilaknat, dicabutlah buhul keislaman darinya." (HR. Ibnu Majah)


Tuh kan, kalo Allah menginginkan kehancuran seseorang maka yang pertama dilakukanNya adalah mencabut rasa malu dari orang tersebut. Mengapa rasa malu? Karena jika sudah tidak punya rasa malu maka seseorang dapat melakukan hal seburuk apapun dimata orang lain maupun dimata Allah tanpa sungkan dan bahkan bisa jadi malah menikmatinya. Kalau kita berbuat hal-hal yang tidak diridhoi Allah, bahkan Allah telah jelas-jelas melarangnya dan kita tidak punya rasa malu sedikitpun atas dosa yang kita lakukan, bukan tidak mungkin Allah menghendaki kehancuran pada kita. Na'udzubillahi mindzalik, jangan sampe deh karena azab Allah itu saangat sangaat pedih..

Seiring berkembangnya jaman, pengaruh budaya barat bertambah getol di negri kita, apalagi ditunjang dengan canggihnya teknologi yang memungkinkan siapa saja dapat mengakses dan memperoleh informasi apapun dan dimanapun, bahkan yang seharusnya belum boleh diketahui oleh anak-anak dibawah umur. Belum lagi gaya hidup yang shameless alias tidak punya malu, wanita-wanita berpakaian minim mempertontonkan auratnya demi sebuah kedok "fashion atau mode", minum-minuman keras yang marak di kalangan pemuda bahkan remaja, terang-terangan lagi di tempat umum, hingga pemimpin yang menghalalkan semua cara agar terpilih di pemilu dan ujung-ujungnya melakukan korupsi, walau sudah ketahuan tetap saja mengelak. Enggak malu apa ya mereka? Mereka seperti tidak punya rasa malu lagi kepada sang Illah, Dzat yang telah memberikan kehidupan bagi mereka. Miris memang, pengaruh keduniawian telah membutakan mata hati mereka tentang akhirat yang jauh lebih kekal nantinya. Tidakkah kita pernah berfikir ketika kita akan melakukan sesuatu yang tidak baik Allah selalu melihat? Jika akhirnya kita tetap berbuat dosa "Lantas, dimana Allah berada?" Mungkin itulah yang dimaksud dari sebuah hadist yang menyebutkan bahwasanya rasa malu adalah sebagian dari iman. Jika seseorang sudah tidak malu lagi melakukan hal-hal buruk maka sudah tidak ada lagi iman di dalam dirinya.

Menjadi pribadi yang pemalu bukan berarti kuper atau gak gaul, toh gaul itu bukan berarti kita harus mengikuti semua budaya yang berkembang sekarang. Lantas apa bedanya gaul sama tidak punya pendirian jika semua budaya yang masuk kita ikuti? Islam sudah jelas memberikan batasan-batasan untuk apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan. Islam is the perfect filter. Untuk itulah islam juga mengajarkan kita untuk memiliki dan memelihara rasa malu, malu dari perbuatan-perbuatan yang disukai syaitan, malu dari perbuatan-perbuatan yang hanya mengundang mudharat, malu dari hal-hal yang tidak diridhoi Allah.

"Jaman sekarang itu harus PeDe! Berani tampil nggak cuman diem aja!"
Ya, tentu Islam juga mengajarkan untuk memiliki kepercayaan diri yang kuat, kalau tidak bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain atas apa yang kita dakwahkan kepada mereka. Islam juga mengajarkan untuk berani, kalau tidak bagaimana para sahabat rosul dulu bisa memerangi kaum kafir quraisy dengan gagahnya di medan pertempuran padahal jumlah kaum muslimin kalah jauh dibanding kaum kafir. Kepercayaan diri dan keberanian untuk memerangi hal-hal yang dilarang di dalam islam itulah yang perlu ditunjukkan, bukan berani memakai baju-baju minim dengan pedenya, bukan pula berani mabuk-mabukan dan tawuran. Di dunia mungkin dipandang tinggi oleh manusia (jika beruntung, karena banyak juga yang memandang rendah), namun di akhirat sudah jelas dipandang rendah oleh Allah SWT. Malukah kita? Coba tanyakan lagi pada diri kita masing-masing seberapa besar rasa malu kita terhadap Allah. Perbaikilah dan jagalah selalu rasa malu kita kepada Allah insyaAllah akan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak diridhoi Allah SWT sehingga di akhirat nanti kita bisa hidup tanpa memalukan. InsyaAllah.[zyim]


  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Subhanallah! Islam memang menjunjung tinggi martabat wanita

Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja. 

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

sumber : http://www.republika.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[IPTEK] DITIRU DALAM PEMBUATAN HELIKOPTER




Sayap capung merupakan rancangan yang menakjubkan. Selaput sayapnya begitu terperinci dan aerodinamis.
Sekilas, capung terlihat biasa saja dan tidak menarik perhatian banyak orang. Kalaupun ada yang tertarik, itu biasanya anak-anak, yang sering menjadikannya sebagai mainan. Tahukah Anda bahwa “mainan anak-anak” yang mungil ini diciptakan Allah dengan desain yang menakjubkan bahkan mengilhami pembuatan helikopter?
Keinginan untuk dapat terbang di udara membuat manusia berusaha keras untuk menciptakan teknologi yang dapat mewujudkan impiannya itu. Selain terhadap burung, serangkaian penelitian dan pengamatan juga telah dilakukan oleh para ilmuwan terhadap berbagai jenis serangga, anatra lain kupu-kupu, capung, lalat dan lebah. Hasilnya: menakjubkan!

Gambar ini, yang menunjukkan jalan yang dilalui oleh seekor lebah yang ditempatkan di dalam kotak kaca, memperlihatkan bagaimana lebah itu berhasil terbang ke segala arah termasuk naik, turun, dan dalam mendarat serta lepas landas.
Dr. Adrian L. R. Thomas, misalnya. Peneliti dari Oxford University ini telah menghabiskan 12 tahun untuk mempelajari cara terbang serangga. Tiga tahun terakhir ia mengamati kupu-kupu. Hewan berwarna-warni ini ia tempatkan di sebuah terowongan berbelit-belit. Di dalam terowongan itu, kupu-kupu bisa terbang bebas atau hinggap ke bunga buatan. Untuk melihat bagaiman gerak udara di sekitar kepakan sayap kupu-kupu, Thomas menggunakan asap tipis. Sedangkan turbulensi udara direkam dengan kamera digital supercepat.
“Ternyata kepakan sayap kupu-kupu tidaklah dilakukan secara acak atau sembarangan, melainkan hasil dari sebuah mekanisme aerodinamika yang betul-betul dipahami oleh mereka (kupu-kupu). Paling tidak ada 6 cara kupu-kupu mengepakkan atau memutar sayapnya agar tetap berada di udara sementara pesawat konvensional hanya mempunyai dua bentuk gerakan agar bisa terangkat lebih tinggi. Satu di antaranya dengan mekanisme putaran”, kata Thomas seperti dilansir oleh jurnal Nature (Republika, Ahad, 15/12/02)
Gilles Martin, seorang fotografer alam, telah melakukan pengamatan 2 tahun untuk meneliti capung. Dan dia juga menyimpulkan bahwa makhluk ini memiliki cara terbang yang sangat rumit.

Helikopter Sikorsky dirancang dengan meniru rancangan sempurna dan kemampuan manuver dari seekor capung. MBB, perusahaan pembuat senjata dan roket, telah mengambil rancangan aerodinamis dan cara terbang capung sebagai acuan dalam pembuatan helikopter jenis BO-105. Perusahaan helikopter Amerika Serikat, Sikorsky, telah merancang desain baru dengan menjiplak secara langsung cara capung terbang pada helikopter. Proses ini ditunjukkan dengan gambar di atas dengan tahaptahap peralihan selama perancangan helikopter.
Tubuh capung menyerupai bentuk pilin yang terbungkus logam. Dua sayapnya saling silang pada badannya dan menampakkan bias warna dari biru muda hingga merah marun. Dengan bentuk demikian, capung memiliki kemampuan manuver yang luar biasa. Tak peduli pada kecepatan atau arah bagaimana pun ia bergerak, capung dapat mendadak berhenti dan mulai terbang kembali dengan arah berlawanan. Atau, capung dapat tetap diam di udara untuk berburu. Pada kedudukan seperti itu, ia dapat bergerak dengan sangat cepat menuju mangsanya. Ia dapat mempercepat gerakannya hingga kecepatan yang sangat mengejutkan untuk ukuran seekor serangga: 25 mil/jam (40 km/jam).
Pada kecepatan ini, capung bertabrakan dengan mangsanya. Guncangan akibat tabrakan ini sangat kuat. Namun, tubuhnya yang lentur dapat meredam guncangan tersebut. Sebaliknya, hal yang sama tidak terjadi pada mangsanya. Mangsa capung akan kehilangan kesadaran atau bahkan mati karena benturan tersebut. Kecepatan capung ini dapat disejajarkan dengan kecepatan seorang atlet lari 100 m di Olimpiade yaitu 24,4 mil/jam (39km/jam).
Kehebatan terbang capung ini rupanya telah dilirik oleh pembuat helikopter terbaik di dunia, Sikorsy. Mereka menjadikan capung sebagai model helikopter buatan mereka. Caranya, perusahaan IBM, mitra Sikorsky dalam proyek ini, menempatkan suatu model capung ke dalam computer (IBM 3081). Lalu 2000 penggambaran khusus dilakukan di komputer dalam hal manuver (gerakan jungkir balik) capung di udara. Jadilah helikopter itu dibuat dengan capung sebagai inspirasinya.

Kiri: Makhluk mungil ini memiliki kemampuan manuver yang hebat! Kanan: Fotografer alam Gilles Martin sedang mengamati capung
Inspirasi dari alam tentang teknologi terbang yang lain adalah lalat dan lebah. Penelitian telah membuktikan bahwa 3 pesawat jet yang dianggap terbaik dalam kelompoknya memiliki kemampuan manuver yang jauh di bawah kemampuan manuver lalat dan lebah.
Sungguh banyak teknologi Allah yang menakjubkan. Teknologi manusia sangatlah kerdil di hadapan-Nya. Bahkan manusia hanya mampu meniru keajaiban-keajaiban desain di alam yang telah Allah ciptakan untuknya. Namun sedikit sekali manusia yang mengambil pelajaran.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sidik Jari Manusia Tak Ada yang Sama [KEAJAIBAN AL-QUR'AN]


Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.

Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Follow Kami di Facebook


Mau nyumbang artikel atau tulisan? sampaikan aja lewat sini page isamtiga di facebook atau kirim artikelnya ke

isam.tiga@gmail.com