Percaya Kepada Hari Akhir



Judul                           : PERCAYA KEPADA HARI AKHIR
Dilombakan oleh         : Vidya Viveka
Pada                           : Minggu, 22 April 2012
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Dewan juri yang saya hormati,
Bapak, Ibu hadirin yang dirahmati Allah
Serta teman-teman semua yang saya cintai.

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Alhamdulillahirobbil ‘alamin wabihi nasta’inu ‘ala umuriddun–ya waddin wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du.
Pertama-tama marilah kita selalu memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menciptakan kehidupan di bumi ini. Tak lupa pula sholawat dan salam kita tujukan pada Nabiyulloh Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan Islam kepada seluruh umat termasuk kita semua.

Teman-teman semua, perkenankan disini saya Veka, ingin menyampaikan materi tentang Iman kepada hari akhir.
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Teman-teman pernah denger ga apa itu kiamat? kiamat itu adalah akhir dari kehidupan dunia. Jadi kita hidup di dunia ini tidak selamanya. Ketika kiamat datang bumi bergoncang hebat, gunung-gunung beterbangan seperti kapas yang ringan, manusia berhamburan saling bertabrakan, semuanya hancur lebur dan semua yang hidup di dunia akan mati tidak ada yang tersisa. Hiii..menakutkan sekali bukan? Teman-teman percaya tidak? Sebagai seorang muslim kita wajib percaya adanya hari akhir atau kiamat sebab salah satu dari 6 rukun iman adalah percaya kepada hari akhir. Coba Veka mau tanya rukun iman yang ke berapa teman-teman?? iya benar percaya pada hari akhir adalah rukun iman yang kelima.
           
Allah berfirman dalam Q.S Al-Mu’min : 59
yang artinya:
 “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.”

Allah juga memberikan gambaran tentang kiamat dalam Al-qur’an surat Al-Qari’ah ayat 1-5 yang artinya:
“Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
Sekarang kita udah percaya kan adanya hari akhir?

Veka..Veka.. tanya dong kapan kiamat itu akan datang? biar kita bisa bersiap-siap..
Gini ya teman-teman, kiamat itu rahasia Allah tidak ada satu pun makhluk yang tau kapan terjadinya. Allah berfirman dalam Q.S Al-A’raf : 187
“... Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.”
jadi kalo kita pernah mendengar ramalan kiamat akan datang pada tahun 2012 jangan percaya deh karena kiamat itu tidak bisa diprediksi, hanya Allahlah yang tau kapan terjadinya. Lagipula percaya ramalan itu tidak boleh karena sama saja mengingkari ayat-ayat Allah.

Trus kenapa sih kiamat itu harus dirahasiakan segala? kan kalo kita tahu kapan datangnya kiamat kita bisa beribadah yang banyak pada Allah.
Nah itu dia teman-teman, Allah merahasiakan datangnya hari kiamat sebagai ujian atas keimanan kita pada-Nya. Seperti tertuang dalam Q.S Thaha : 15 kiamat dirahasiakan supaya setiap orang mendapatkan balasan dari apa yang mereka buat di dunia. Kalau orang beriman pasti akan selalu taat beribadah kepada Allah dan akan mendapatkan balasan surga, tetapi orang-orang yang tidak beriman akan mendapatkan balasan yang buruk dari Allah berupa siksa neraka.

Tapi tenang teman-teman, walaupun dirahasiakan, kita masih bisa tau kok tanda-tanda kedatangannya, diantaranya:
1.    Ajaran islam mulai ditinggalkan oleh kaum muslim
2.    Kaum wanita berdandan seperti kaum pria dan sebaliknya
3.    Matahari terbit dari Barat, dan masih banyak lagi.
Ternyata sebagian sudah mulai ada ya teman-teman. Maka dari itu mumpung kita masih punya kesempatan hidup di dunia ini marilah kita memperbanyak amalan kita kepada Allah untuk bekal kita di hari akhir nanti, seperti sabda Rosululloh dalam sebuah hadist:
“dunia adalah ladang bagi akhirat”

Iman kepada hari akhir bukan cuma sekedar percaya kiamat saja lho teman-teman, tetapi juga mencakup tiga hal pokok yaitu:
1.    Percaya kepada hari kebangkitan
2.    Percaya adanya hari perhitungan dan hari pembalasan, dan
3.    Percaya surga dan neraka

Nah..bagaimana teman-teman, sudah ngerti kan tentang percaya pada hari akhir? kalau begitu marilah kita mengimani dan beramal sholeh karena Allah akan memberikan surga kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh sesuai dengan janji-Nya pada Q.S At-Thalaq : 11.
“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal kebajikan, tentu Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang banyak mengalir sungai-sungai di bawahnya.”

Demikian yang dapat Veka sampaikan kepada teman-teman semua, semoga apa yang Veka sampaikan bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiin.
Akhir kata,

Beli bakso di warung sebelah, mumpung panas ayo segera dimakan,
Jika Veka ada salah, mohon yah dimaafkan..^^

Billahi taufiq wal hidayah,
Akhirukhalam
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
[zym]

referensi:


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siklus kita sedang dibawah

Melihat kondisi TPA ISAM3 yang sekarang dapat dikatakan sedang dalam kondisi di bawah, bagaimana tidak setiap kali masuk TPA santri yang masuk tidak pernah lebih dari 25 santri. Dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin yang normalnya setiap harinya bisa mencapai 40an santri, satu tahun belakangan ini mengalami penurunan. Ustadz-ustadzah pengajar pun hanya dua, tiga orang yang bisa hadir. Sebenarnya pemasalahan ini sudah penah terjadi sejak dulu dengan kondisi yang hampir sama, kurangnya tenaga pengajar ataupun sedikitnya minat santri untuk mengaji. Kalau kurangnya tenaga pengajar bukanlah sesuatu yang baru lagi karena disetiap tahun dan setiap kepengurusan hampir semua akan mengalaminya. Yang perlu mendapat perhatian adalah berkurangnya minat adek-adek untuk mengaji. Beberapa tahun terakhir ini kita sudah berhasil mendapatkan simpati dari warga masyarakat untuk mempercayakan putra-putri mereka di ISAM 3, dan dari adek-adek pun minat untuk mengaji juga besar. Namun setahun belakangan ini khususnya setelah Ramadhan minat santri-santri kita mulai berkurang, mungkin karena kurangnya perhatian kita pada mereka. Marilah kita bercermin kepengurusan tahun ini jabatan offisial kita tidak berjalan, tidak adanya koordinasi antar pengurus dan sistem administrasi yang mandeg seperti SPP dan donatur, perpustakaan ataupun masalah seragam TPA yang notabene sekarang sudah banyak santri yang tidak memiliki seragam lama, ikut pula dirasakan oleh para santri sebagai kurangnya perhatian untuk mereka. Belum lagi melihat para ustadz-ustadzah yang biasanya berjibun kini hanya segelintir saja yang bisa mereka lihat di TPA.

Menurunnya jumlah santri ini juga disebabkan oleh banyaknya santri yang telah lulus SD dan sudah tidak mau mengaji lagi. Vakumnya Barisma juga ikut andil dalam penurunan jumlah santri ini sebab ketika santri sudah masuk tingkat SMP, umumnya mereka sudah tidak mau lagi menjadi santri. Namun untuk menjadi ustadz pun mereka belum mampu. Disinilah peran Barisma dibutuhkan untuk mewadahi mereka yang masuk dalam masa transisi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi pengajar selanjutnya, dan yang terpenting adalah mereka tidak lepas begitu saja dari ISAM 3 sebab sayangkan ketika sudah tidak pernah lagi bergaul dan suatu saat ingin kembali terbebani rasa canggung.

Yah setidaknya masih ada segelintir dari kita yang masih memiliki ghirah tinggi walaupun tidak berada dalam kepengurusan namun semoga bisa menjadi nyala lilin yang kembali menghidupkan lentera-lentera yang lain yang telah padam.[zym]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 Nasihat Rosululloh SAW kepada Abu Dzar



Kali ini kita mau membahas tentang empat nasihat Rosululloh yang diberikan kepada sahabatnya, Abu Dzar [1]. Di dalam buku Nashaihul Ibad yang berarti nasihat untuk para sahabat yang ditulis oleh Syeikh Nawawi Al-Bantanie, Rosululloh bersabda:


“Wahai Abu Dzar perbaharuilah kapalmu sesungguhnya lautan itu sangat dalam, dan ambillah bekal yang sempurna karena perjalananmu jauh, dan peringanlah bebanmu karena rintangan-rintangan berat sekali, dan ikhlaslah dalam beramal karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat yang Maha Melihat.”

1.     Perbaikilah niatmu
Hidup manusia diibaratkan sebuah kapal yang berlayar mengarungi lautan menuju ke tempat persinggahan. Persinggahan akhir dari hidup manusia tentulah alam akhirat. Perbaharuilah kapalmu disini diartikan perbaikilah niat kita. Dan kehidupan di dunia diibaratkan sebagai lautan yang dalam, sehingga untuk mengarungi lautan yang dalam ini diperlukan bahtera yang kokoh dan tangguh agar tidak goyah dan karam di tengah lautan. Rosululloh pernah bersabda “segala sesuatu tergantung dari niatnya” maka dalam hidup ini hendaklah kita mengokohkan niat kita, meluruskan niat dalam setiap perbuatan yang kita lalukan semata untuk beribadah kepada Allah agar kita mendapatkan pahala yang nantinya diperhitungkan di akhirat. Rosululloh menganjurkan kita dalam berniat diawali dengan basmalah.

2.     Bawalah bekal sempurna
Dunia ini adalah ladang akhirat, artinya apa yang kita tanam maka itu yang akan kita bawa sebagai bekal menuju akhirat. Untuk mengarungi perjalanan yang panjang tersebut kita harus mempersiapkan bekal yang cukup untuk dibawa ke akhirat. Bekal tersebut adalah amal sholeh yang bermanfaat bagi sesama karena “sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain”.

3.     Ringankanlah bebanmu
Kehidupan di dunia penuh dengan ilusi atau tipuan. Allah menjadikan kehidupan manusia tampak lebih indah dengan tiga hal: harta, tahta dan wanita. Ketika mengejar kehidupan dunia maka lalailah kewajibannya akan kehidupan di akhirat maka dikatakan kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang membujuk atau menggoda-goda. Peringanlah bebanmu disini diartikan ringankanlah pertanggungjawaban atas urusan duniamu. Janganlah kita mengambil porsi pertanggungjawaban dunia lebih besar daripada porsi akhirat karena itu hanya akan memperberat beban kita. Marilah kita mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kita yang kebanyakan adalah urusan duniawi, dan mulai memfokuskan kepada hal-hal yang lebih dibutuhkan di akhirat.

4.     Ikhlaslah dalam beramal
Dalam beramal haruslah kita landasi dengan rasa ikhlas karena amalan yang tidak dilandasi dengan keikhlasan tidak akan mendapat pahala dari Allah. Allah maha mengetahui segala sesuatu termasuk dengan amal yang kita lakukan. Manusia hanya dapat menilai apa yang tampak olehnya sebatas ilmu yang dimiliki. Kita dapat melihat apa yang orang lain perbuat dan menilai sesuai pengetahuan kita namun dan tidak bisa mengukur kadar keihklasan hati seseorang. Cukuplah Allah yang menilai amalan yang kita perbuat jangan terpengaruh penilaian dari manusia karna dapat menghantarkan kita kepada kesombongan dan rasa ingin dipuji yang membuyarkan keikhlasan kita.

Ket:
[1] Abu Dzar adalah salah seorang sahabat Rosululloh Muhammad SAW yang masuk islam lebih dini. Walaupun tidak sepopuler sahabat-sahabat yang lai seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali namun sosoknya tidak bisa dilepaskan sebagai tokoh yang giat dalam memperjuangkan islam. Ia adalah salah satu yang menentang keras menumpuk harta untuk kepentingan pribadi. Baginya adalah kewajiban seorang muslim untuk menyalurkan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin. Lebih lengkap tentang Abu Dzar Al-Ghifarie bisa dibaca di sini http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Dzar_Al-Ghifari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ber-Islamlah secara Menyeluruh


Melihat kelakuan dan tingkah para remaja islam sekarang ini membuat kita mengelus dada dan geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, mereka mengaku islam namun perilakunya jauh dari nilai-nilai ajaran islam, minum-minuman keras, berjudi, hingga seks bebas. Parahnya lagi hal tersebut sudah menjadi menu sehari-hari yang gampang kita temui di lingkungan sekitar kita. Kemaksiatan dianggap lumrah di jaman sekarang, ntah karna meraka tidak tahu ilmu dan hukum-hukumnya dalam islam atau memang tidak mau tahu alias masa bodoh dengan hukum islam. Islam bukanlah atribut atau gelar yang dengan mudahnya disemat ketika dibutuhkan  dan dicopot sewaktu-waktu. Allah berfirman:

$yg•ƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$# ’Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø‹¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Ar߉tã ×ûüÎ7•B ÇËÉÑÈ  
  
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” [Q.S Al-Baqarah:208-209]

Ayat tersebut menegaskan kepada kita untuk memeluk agama islam secara kaffah atau menyeluruh, dalam artian melaksanakan kewajiban ataupun sunnah sebagai seorang muslim dan meninggalkan segala yang dilarang dalam islam. Tentunya untuk mengamalkan islam secara menyeluruh kita harus mengerti dan mempelajari hukum-hukum islam secara benar jangan sampai disesatkan oleh syetan dengan segala tipu dayanya, mencampur-adukkan hal buruk ke dalam yang baik sehingga terlihat baik oleh manusia padahal itu adalah menyesatkan. Dalam islam sudah jelas apa yang dihalalkan dan apa yang diharamkan, jadi janganlah kita ikut terhasut oleh apa yang sekarang terjadi di lingkungan kita, mabuk-mabukan, berjudi, seks bebas dan lain sebagainya. Ketika sudah menjadi kebiasaan dan dianggap lumrah maka sulit bagi mata hati kita untuk melihat bahwa itu adalah salah. Mayoritas bukanlah satu jaminan hal itu adalah benar namun perlu dikaji kembali dan dicocokkan dengan hukum-hukum islam. Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah:

Ÿwur (#qÝ¡Î6ù=s?  Yysø9$# È@ÏÜ»t7ø9$$Î/ (#qãKçGõ3s?ur ¨,ysø9$# öNçFRr&ur tbqçHs>÷ès? ÇÍËÈ  

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” [Q.S Al-Baqarah:42]

Ketika kita sudah berniat untuk masuk islam secara menyeluruh maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah berusaha untuk meninggalkan hal-hal yang buruk dan hanya melakukan hal yang baik menurut islam. Memang sulit ketika melihat kemudharatan telah menjamur di masyarakat kita sedangkan kita berusaha untuk tidak mengikuti mereka. Namun ingatlah syetan itu selamanya akan terus berusaha menyesatkan manusia dengan cara mereka. Tempat mereka sudah dipastikan adalah neraka sedangkan manusia, kita bisa memilih untuk mengikuti syetan ke neraka atau menolak ajakan mereka dan mendapatkan keindahan dan kemewahan surga. Tentu saja ajakan syetan selalu saja terlihat manis, namun kita harus bisa menjaga diri kita dengan selalu ingat kepada Allah.
Dalam masyarakat kita berjudi dan minum-minuman keras sudah menjadi hal yang biasa kita temui padahal di dalam islam hal itu jelas-jelas telah dilarang dan ditegaskan dalam Al-Qur’an:

$pkš‰r'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä $yJ¯RÎ) ãôJsƒø:$# çŽÅ£øŠyJø9$#ur Ü>$|ÁRF{$#ur ãN»s9ø—F{$#ur Ó§ô_Í‘ ô`ÏiB È@yJtã Ç`»sÜø‹¤±9$# çnqç7Ï^tGô_$$sù öNä3ª=yès9 tbqßsÎ=øÿè? ÇÒÉÈ   $yJ¯RÎ) ߉ƒÌãƒ ß`»sÜø‹¤±9$# br& yìÏ%qムãNä3uZ÷t/ nourºy‰yèø9$# uä!$ŸÒøót7ø9$#ur ’Îû ̍÷Ksƒø:$# ÎŽÅ£÷yJø9$#ur öNä.£‰ÝÁtƒur `tã ̍ø.ÏŒ «!$# Ç`tãur Ío4qn=¢Á9$# ( ö@ygsù LäêRr& tbqåktJZ•B ÇÒÊÈ 
 
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [Al-Maidah:91-92]

Jika ada diantara kita yang pernah melakukan hal tersebut di atas segeralah bertobat minta ampunan kepada Allah dan berusaha untuk meninggalkan pebuatan-perbuatan yang hanya mendatangakan kemudharatan bagi pelaku maupun bagi manusia lainnya.
Namun bukan syetan namanya kalau tidak berhasil menyesatkan manusia, di lingkungan kita sering kita temui orang-orang yang menjalankan ajaran islam, sholat, puasa, zakat dan lain sebagainya tetapi meraka juga melakukan perbuatan-perbuatan syetan seperti minum-minuman keras, berjudi dan sebagainya. Mereka bahkan merasa bangga ketika diajak dalam kebaikan mau namun ketika diajak dalam kemudharatan juga mau. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an:

 #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% öNßgs9 (#qãYÏB#uä !$yJx. z`tB#uä â¨$¨Z9$# (#þqä9$s% ß`ÏB÷sçRr& !$yJx. z`tB#uä âä!$ygxÿ¡9$# 3 Iwr& öNßg¯RÎ) ãNèd âä!$ygxÿ¡9$# `Å3»s9ur žw tbqßJn=ôètƒ ÇÊÌÈ   #sŒÎ)ur (#qà)s9 tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqä9$s% $¨YtB#uä #sŒÎ)ur (#öqn=yz 4’n<Î) öNÎgÏYŠÏÜ»u‹x© (#þqä9$s% $¯RÎ) öNä3yètB $yJ¯RÎ) ß`øtwU tbrâäÌ“öktJó¡ãB ÇÊÍÈ   ª!$# ä—Ì“öktJó¡o„ öNÍkÍ5 ÷Lèe‘‰ßJtƒur ’Îû öNÎgÏY»uŠøóèÛ tbqßgyJ÷ètƒ ÇÊÎÈ  

 Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." mereka menjawab: "Akan berimankah Kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.". Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. [Q.S Al-Baqarah 13-15]

Orang-orang yang seperti itu tak ubahnya seperti orang munafik namun tentu saja mereka akan marah jika dikatakan sebagai orang munafik akan tetapi tingkah laku dan perbuatan mereka sama sekali tidak menjelaskan hal itu. Hal seperti inilah yang lebih patut diwaspadai karena syetan lebih gampang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan dengan menyisipkan pemikiran bahwa “saya melaksanakan apa yang diperintahkan dalam agama, jadi tidak apa saya melakukan hal-hal yang dilarang, toh itu sudah menjadi lumrah dalam masyarakat, kalau tidak begitu nanti tidak diakui dan dianggap kuper”. Sungguh syetan adalah musuh yang nyata bagi kita.
Mulai dari sekarang marilah kita berusaha memperbaiki diri, mendalami ilmu islam dan menjalankannya secara menyeluruh, pilahlah hal yang baik dan yang buruk dan berusahalah meninggalkan hal buruk sedikit demi sedikit jangan lagi mencampurkan keduanya ke dalam perilku kita. Semoga Allah membukakan pintu hidayah-Nya kepada kita semua. Amiin.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Follow Kami di Facebook


Mau nyumbang artikel atau tulisan? sampaikan aja lewat sini page isamtiga di facebook atau kirim artikelnya ke

isam.tiga@gmail.com